Manusia dan Tuhan
August 6, 2008 by irene1601
Sewaktu Tuhan membelah jiwa dari wujud-Nya,Dia lalu menciptakan keindahan darinya.Tuhan menyematkan segenap kemuliaan dan kebaikan.Tuhan jg mempersembahkan cangkir kebahagiaan.Tuhan lalu berkata,”Jangan minum dari cangkir ini.Kebahagiaan itu hanya sesaat.Kecuali engkau mengabaikan masa lalu dan masa depanmu.”
Tuhan pun memberikan cangkir yang berisi penderitaan.Lalu Dia juga berkata,”Lantaran penderitaan akan senantiasa menyertaimu,maka minumlah melalui cangkir ini,agar engkau mengerti hakikat kebahagiaan yang sesaat.”
Kemudian Tuhan masih menghiasinya dengan cinta yang sanggup memberikan kenikmatan di kala nafas pertama berkelejar,menganugerahkan kepuasan inderawi dan membingkisnya dengan manis madu.Namun tanggal seketika bila telah dinodai oleh rayuan duniawi.
Dengan hikmah surgawi-Nya yang senantiasa mengarahkan ke jalan kebenaran,Tuhan menyertakan sepasang mata ke bilik sanubari yang mampu memandang segala yang maya.
Tuhan juga menjamah kobaran tungku murka dan gemuruh prahara dari
padang
kebodohan,butur2 pasir yang setajam pisau dari sahara keangkuhan dan tanah kasar dari telapak kaki zaman,lantas semuanya dileburkan menjadi manusia.
Pada diri manusialah mengeram kekuatan buta yang akan menyeretnya ke
padang
nafsu angkara.Disitulah nyawa manusia bertapa.
Tuhan kemudian tertawa namun sekaligus menangis.Tuhan merasakan gemuruh kasih saying-Nya dalam diri manusia.Tuhan pun mengayominya dalam Hidayah-Nya…