Feed on
Posts
comments

LUKA DIATAS LUKA

Saat ku katakan pada hatiku

akan meninggalkan semua di belakang..

aku menjalani langkah demi langkah penuh perih

dengan doa penuh harap tiada berujung

jika pada suatu hari waktu akan menyembuhkan pedih

namun kembali sosok itu menyusup ke hidupku

mendobrak pintu hati yang t’lah sekian lama ku tutup

menggores luka baru diatas luka lama

mataku tetap tak dapat berhenti menatapnya

dengan kekaguman yang sama seperti dulu

walau menatapnya akan menghancurkan diriku

aku tak kuasa sekedar memalingkan wajah dari kekagumanku

walau perih begitu dahsyat kembali menyerang hatiku

aku tak kuasa menutup pintu hatiku kembali

yang telah dihancurkannya saat dia kembali ke hidupku

ku tahu dengan mencintainya kembali

menggoreskan kembali LUKA di atas LUKA

langit t’lah menggariskan bahwa ku harus menempuh hari-hariku dalam penguasaan seorang lelaki yang "tidak diciptakan" untukku.

aku t’lah menjalani penuh kesabaran takdir langit itu..namun jika pintu keabadian bersamanya tak kunjung terkuak,maka aku beserta jiwaku akan tetap menyatu dan menilai masa lalu sebagai masa kini..

saat..

saat aku menunggumu

lelah…

saat aku membencimu

perih…

saat aku mendambamu

hampa…

saat aku mencintaimu

luka…

PrayYesterday is history,
Tommorow’s a mystery,
Today’s a gift,
That’s why we call it the Present.

aku

aku teriak…sepi

aku menangis..hampa

aku meronta..beku

aku genggam hati…HANCUR

BURNED ALIVE (SOUAD)

0759511136 Judul: Burned Alive (edisi terjemahan)
Penulis: Souad
Penerjemah: Khairil Azhar
Penerbit: Pustaka Alvabet, Jakarta
Cetakan: Pertama, April 2006
Tebal: 290 halaman

Perempuan hamil tua itu duduk dalam posisi membungkuk sambil membilas tumpukan cucian. Sayup-sayup terdengar pintu berderit. Saat menoleh ke belakang, lelaki bertubuh besar sudah berdiri di hadapannya. Orang itu, Hussein, suami kakak perempuannya, Noura. "Jadi, perutmu sudah
besar, ya?" tanya Hussein, beringas.

Pucat pasi rona mukanya, ngeri membayangkan apa yang bakal diperbuat lelaki itu. "Aku akan mengurusmu!" ulang Hussein. Perempuan itu kembali menunduk, membilas tumpukan pakaian kotor. Sejurus kemudian,ia merasakan cairan dingin mengalir di kepalanya, menetes ke pipi,leher, kuduk, bahu hingga pergelangan tangan. Secepat kilat Hussein
melemparkan korek api ke tubuh perempuan yang baru saja tersiram bensin itu. Api menyala, melalap tubuh itu. Terbirit-birit ia lari dalam keadaan terpanggang, mengerang kesakitan, berteriak minta tolong.

Selesai sudah tugas Hussein "mengurus" Souad, adik iparnya itu. Souad sedang sekarat, sebentar lagi bakal mati.

Souad harus dilenyapkan. Ia aib yang telah merusak kehormatan keluarga. Hamil sebelum menikah.

Maka, ia harus dirajam. Bukan dengan cara diarak keliling kampung lalu dilempari batu sampai mati. Itu sama saja dengan mempertontonkan aib di hadapan orang banyak. Hukuman bagi perempuan itu adalah rajam terselubung. Direncanakan ayah, ibu, saudara laki-laki dan
ipar-iparnya. Pembunuhan yang rapi, cepat, dan tak berbekas. Tubuhnya disiram bensin, lalu disulut korek api. Hussein terpilih sebagai eksekutornya.

Inilah kesaksian tentang perempuan malang yang tinggal di sebuah desa kecil kawasan Tepi Barat, Palestina. Kisah nyata perihal kejahatan atas nama kehormatan.

Dituturkan dengan cara amat rapi dan tertata oleh seorang korban yang selamat, Souad, lewat novelnya Burned Alive.

Souad memang selamat, tetapi 24 kali operasi kulit yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Swiss tak mampu mengembalikan tubuhnya utuh seperti semula. Kulit wajahnya penuh luka bakar, kuping sebelah kirinya tinggal separuh. Leher, kuduk, punggung, dan kedua pergelangan
tangannya membekaskan sisa kejahatan yang sukar terlupakan. Setiap hari, Souad harus mengenakan baju leher panjang, menutupi bekas-bekas luka panggang itu. Terlahir sebagai perempuan adalah kutukan. Begitu keyakinan yang kokoh dipegang gadis-gadis belia di tanah kelahiran Souad.

Seorang gadis mesti berjalan cepat, kepala menunduk seperti menghitung jumlah langkah yang diayunkan. Tak boleh tengadah, dilarang menoleh ke kiri, ke kanan. Jangan coba-coba menantang sorot mata laki-laki karena akan dituduh charmuta (perempuan jalang). Bila keluar rumah, dilarang
jalan sendiri, mesti ditemani ibu atau saudara perempuan.

Bila tak ada mereka, keluarlah dengan sekawanan domba peliharaan sambil memikul seikat rumput atau sekeranjang buah ara. Itu lebih aman sebab semua perempuan harus bekerja, bahkan hanya perempuanlah yang bekerja. Mencukur bulu domba, memerah susu kambing, membuat keju,
memetik buah tomat, dan panen gandum.

Anak laki-laki adalah raja. Saudara-saudara perempuan harus melayani semua kebutuhannya. Mencuci pakaian, menyediakan air panas sebelum mandi, menyuguhkan teh, dan menyiapkan kuda sebelum ditunggangi.Assad, satu-satunya saudara laki-laki Souad, bebas keluar rumah.Bersekolah di kota.

Perempuan dilarang bersekolah. Mereka hanya menggembala domba,sesekali harus tidur di kandang bila ada kambing melahirkan. Mesti ditunggu, sambil tidur di tumpukan jerami. Tidur di kandang kambing,tetapi tak lebih berharga dari kambing-kambing itu. Binatang hasilkan susu, sementara anak-anak perempuan hanya beban, aib keluarga yang
harus segera disingkirkan.

Pernah Souad tak sengaja memetik tomat mengkal, semestinya ia hanya memetik tomat-tomat matang saja. Berkali-kali ikat pinggang ayah mendarat di punggungnya. Souad merintih kesakitan, tetapi lelaki itu makin kencang mencambuki tubuh gadis kecil itu hingga punggungnya penuh luka memar, sukar ia tidur telentang.

Satu-satunya kebebasan yang dapat diimpikan Souad adalah perkawinan.
Pergi dari rumah, tinggal di rumah suami dan tak pernah kembali. Meski di rumah baru itu tiada jaminan tak akan ditampar dan dihajar suami.Terbebas dari mulut harimau, masuk ke mulut singa.

Jika seorang perempuan pulang ke rumah orangtua (mengadu karena sering dipukuli suami), itu aib! Maka, keluarga akan mengembalikannya ke rumah suami. Tak apa-apa dihajar lagi, asal jangan pulang membawa aib.Meski begitu, Souad tetap ingin menikah.

Celakanya, saat laki-laki datang melamar, ia terhalang sebab, Kainat,saudara perempuan yang lebih tua, belum bersuami. Melangkahinya juga aib. Itu sebabnya Souad nekat menjalin hubungan dengan Faiez, lelaki idamannya. Sembunyi-sembunyi mereka bertemu di balik rimbun ilalang saat Souad menggembala domba.

Bercumbu, bermesraan hingga datanglah petaka itu: Souad hamil. Kesalahannya tak terampuni. Ayah, ibu, Assad,dan Hussein menyusun siasat untuk segera melenyapkan Souad. Berkat Jaqueline, Souad yang sekarat di sebuah rumah sakit
(Jerussalem) berhasil diselamatkan. Ia dan Marwan (bayi yang lahir prematur) diboyong ke Swiss, menjalani 24 kali operasi hingga dapat bertahan hidup.

Semula, kesaksian ini hanyalah cara Souad menjelaskan status Marwan kepada Laetitia dan Nadia, dua putri dari perkawinannya dengan Antonio. Hasilnya tak sesederhana yang dibayangkan Souad. Burned Alive telah diterjemahkan ke dalam 28 bahasa di 29 negara. 
Diam-diam Souad berharap buku ini tersebar sampai ke desa kecil di Tepi Barat, Palestina. Ia ingin dunia tahu, pembunuhan-pembunuhan atas nama kehormatan itu masih terus berlangsung hingga kini.

## buku ini satu2nya buku yang setiap kalimatnya membuat aku ternganga dan berucap " Ya Allah"..buku yang menceritakan kalau harga seorang wanita lebih rendah dari seekor sapi. Gak terbayangkan di zaman serba modern begini masih ada wanita yang tersiksa…dianiaya…direndahkan..bahkan dibunuh ‘atas nama kehormatan’…YOU MUST READ THIS BOOK !!!!

Kau ungkapkan kepadaku
‘Kan ada saatnya nanti engkau milikku satu

* Ku menunggu dalam bimbang

Adakah sesungguhnya aku
Kasih yang kau inginkan

Reff:  Biar aku pergi,bila tak juga pasti
Adakah selama ini,aku cinta sendiri
Biar aku menepi,bukan lelah menanti
Namun apalah artinya cinta pada bayangan

* * Pedih aku rasakan
Kenyataannya cinta tak harus s’lalu miliki

Jujur aku tak yakin bisa

Jalani hari tanpa dirimu ohh…
Namun apalah artinya cinta pada bayangan
Biar aku yang pergi,bila tak juga pasti
Adakah selama ini aku cinta sendiri

Biar aku menepi

Namun apalah artinya cinta pada bayangan
Oh… pedih aku rasakan
Kenyataannya cinta tak harus s’lalu miliki

L_28436 ## Memang paling menyakitkan saat cinta pada bayangan.
Tidak mampu diraih. Hanya dapat dipandangi.Saat sinar mentari datang,bayangan itu akan menghilang dan sangat menyakitkan menyadari kalau selama ini kita hanya ’sendirian’.Setelah sekian lama kita menunggu..menunggu..menunggu..terus menunggu.Ternyata yang kita cintai hanya bayangan

Kegelapan

Kegelapan selalu melambangkan ketakutan…
Kegelisahan…
Namun kegelapan juga membawa harapan

Aku di kegelapan meringkuk dalam ketakutan
Dalam kegelisahan
Namun tetap berharap akan sebuah munculnya bias cahaya

dentuman

Soulmatedentuman pertama,
jalan kita bertemu
membuai kita dalam alunan cinta
bersama menganyam pelangi
bermandikan kemilau mentari

dentuman kedua,
jalan kita terpisah
jiwa terkoyak
kata perpisahan tak pernah terucap
membeku bersama puing hati

dentuman ketiga
jalan kita kembali bertemu
bersama berusaha memahami takdir
membangun kembali puing mimpi
meraih mentari pagi

dentuman keempat
angin memisahkan kita
menyisakan kerinduan tiada terperi
menyisakan penyesalan
hati terbenam dalam air mata

dentuman kelima
kita dipertemukan kembali
mengapa kita serasa dipermainkan hidup?
bertemu disaat jurang bernama 'kenyataan' terbentang
hanya mampu saling memandang

merobek hati melambungkan rindu
menyisakan lubang besar di puzzle hidupku
menangisi kenangan menyalahi segalanya
ingin ku hentikan waktu

cukup ! aku lelah
aku TERLUKA
aku tidak mampu kehilangan dia lagi
biarkan waktu terhenti
walau saat ini...
aku hanya mampu memandanginya dari kejauhan
tanpa mampu mendekapnya
meraihnya..

setidaknya aku bisa memandangnya

Hapuz Aku ( By : Nidji)

Buang semua puisi    
Antara kita berdua    
Kau bunuh dia sesuatu    
Yang kusebut itu cinta    
    
Yakinkan aku Tuhan    
Dia bukan milikku    
Biarkan waktu waktu    
Hapus aku    
    
Sadarkan aku Tuhan    
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku

10nidji # mengapa sulit sekali menghapus semua kenangan yang telah terukir atau hanya aku saja yang tidak rela melepaskan semua mimpi itu pergi ? bagaimana aku melepas kenangan itu jika kenangan itu adalah separuh jiwaku ? separuh hatiku ?

« Newer Posts - Older Posts »